HOW I GET A CHANCE TO...




Rasanya baru tahun lalu gue dan temen gue ngehayal-hayal bego tentang jalan-jalan keluar negeri, tujuan utama sih bisa ke Jepang dan Korea, tapi pengen coba keliling Asia Tenggara dulu sebelum  trip ke Jepang dan Korea terrealisasikan.

Kenapa disebut hayalan bego? Karena sampai sekarang cuma jadi wacana, diobrolin dan direncanain ga berenti-berenti. Banyak pertimbangan dan tapi-tapiannya, ngumpulin niat, tapi ga ada usahanya, kayak bikin paspor salah satunya. Udah niat bikin paspor tahun kemarin tapi ditunda-tunda mulu dengan berbagai alasan. Usaha nabung pun gak lancar, setelah gue cek duitnya udah berubah jadi lembaran-lembaran kain dan kertas, berubah jadi pakaian dan novel.

“Pokoknya 2016 ini gue harus lulus kuliah!!”

“Pokoknya setelah lulus kuliah kita berangkat!!” Entah Singapore, Thailand atau Malaysia, pokoknya berangkat ngegembel. Untuk urusan traveling, gue dan partner in crime gue emang berkiblat sama para travel blogger yang jalan-jalannya pake metode ngegembel dan super hemat, ya iya lah, mau jalan-jalan mewah ala Teh Syahrini *sejak kapan dia jadi teteh gue?* dihayalin aja gak sanggup gue..

ketika gue mikirin semua itu, gue sama sekali gak ngebayangin bakal jalan-jalan lebih awal dari yang gue rencanakan. Jadi, ketika kesempatan itu datang, kenapa harus mikir dua kali untuk merealisasikannya? Nikmat Allah mana lagi yang kamu dustakan??

Sekitar bulan Juni lalu, gue ikutan GiveAway untuk nonton concert grup rookie YG Ent yang baru debut tahun lalu. Seseorang yang baik hati ngadain photo dan video competition untuk  tiga konser iKon di tiga Negara berbeda, Thailand, Singapore dan Malaysia. Dengan menghempaskan rasa malu, gue pun men-submit video konyol gue untuk ketiga kategori GA dengan penuh percaya diri.

Ini pertama kalinya gue ikutan GA, dengan kemampuan video editing yang seadanya, kualitas video yang amatir, gue gak berharap begitu tinggi untuk menang, yang penting gue udah usaha semaksimal mungkin dengan konten foto dan video yang unik dan menarik.

Video di submit di batas hari terakhir waktu GA, tanggal 1 July, typical orang Indonesia banget yang suka kejar deadline, hehehe. Waktu itu pertengahan bulan Ramadhan, setelah selesai sahur gue siap-siap upload video untuk cover dan video journey as an iKONIC. Sayangnya proses upload yang kedua ga berjalan selancar gue upload video buat lipsyinc cover. Entah kenapa video gue di blokir sama Youtube dengan alasan pelanggaran hak cipta atau entah apa yang mengakibatkan video gue gabisa di publish.

Gue udah coba puluhan kali dan terus-terusan gagal. Bener-bener bikin stress dan kesel, yah gue emang ga berharap tinggi untuk menang, seriously, tapi bukan berarti gue mau hasil usaha gue sia-sia dengan gak jadi diikut-sertakan hanya karena ga berhasil di upload. menyerah dengan Youtube, gue pun mencoba mengunggah ke video.com dan dailymotion.

Setelah  mencoba berkali-kali utak-atik video.com dan gagal, lalu upload di dailymotion lelet karena signal ga stabil, gue pun berhasil mengunggah video journey as an iKONIC ke dailymotion lalu menunggu pengumuman dengan tenang. sampai akhirnya, delapan hari setelah batas waktu submit video, pemenangpun diumumkan.

Waktu itu, hari sabtu tanggal 9 July, tiga hari setelah Hari Raya Idul Fitri, gue liburan bareng temen-temen ke arung jeram di Lebak, Banten. Karena pergi seharian dan pulang malem, dan tumben pula gak bawa power bank, ponsel pun mati sejak sore.

Begitu sampe rumah gue langsung charger ponsel dan langsung dinyalain juga. Abisnya ini udah mati dari sore jadi kepo kan siapa tau ada hal yang terjadi selama ponsel gue mati, dan beneran aja… tab mention jebol, pesan di whatsapp dan sms membludak.

Biasanya kalo ponsel mati total, gue bakal tunggu sampe sekiranya 30% battery terisi baru dinyalain, tapi malam itu  ada dorongan yang membuat gue buru-buru nyalain ponsel dan… KYAAAAA !!!!

GUE LANGSUNG SUJUD SYUKUR. Beneran gue sujud syukur dulu, abis itu  baru teriak-teriak histeris loncat-loncat, guling-guling, senyam-senyum, sumpah tergila banget gue malam itu. Badan gue sampe panas dingin, dada gue berdebar kencang banget sampe mau meledak rasanya *iya lebay banget emang, tapi emang gitu kok.

Melalui video journey as an iKONIC gue memenangkan tiket menuju iKONCERT in Singapore. Iya, video yang paling susah gue upload karena diblokir Youtube. Video yang dalam proses pengunggahannya, gue sampe berteriak kesal di tempat umum “Kenapa susah banget di upload padahal belum tentu juga menang” “ini video kenapa banyak banget rintangannya cuma buat di upload doang?” Sejujurnya, ketika berkali-kali gagal di unggah, gue sempet berpikir jangan-jangan ini rintangan menuju kemenangan?

Kenyataannya, memang video itulah yang menagntarkan gue untuk bertemu jodoh gue *??*

iKON wait for me!!!

iKONCERT in Singapore, Singapore Indoor Stadium!! I’ll be there in 15 days!!

Wait?? 15 days?? Dan gue masih belum punya paspor??

Promise To Yourself : Mari Menulis



Gue cukup kaget ketika lihat tanggal di postingan terakhir blog, udah setahun lebih gue gak nulis apapun dan membiarkan blog gue terlantar.

Postingan gue emang lebih banyak ke review novel, tapi juga ada beberapa cerita pengalaman gue setiap kali hadir di suatu acara, khususnya event-event buku macam bookfair dan acara yang diadakan penerbit.

setelah gue ingat-ingat, gue udah melewatkan acara IRF dan KPP untuk gue tulis, padahal gue puas banget dengan dua acara buku ini tahun lalu, juga dapat banyak buku bagus hasil perburuan.


Yang paling penting dalam menulis adalah konsistensi, sayangnya gue payah banget dalam hal itu. Maka, mulai sekarang, gue bakal kembali nulis dan isi blog gue yang sekarang banyak sawangnya ini. Gue akan langsung tulis begitu gue mengalami hal-hal yang menarik. Gue juga bakal inget-inget kejadian di IRF dan KPP kemarin untuk gue coba tuliskan kembali, kan sayang kalau gak ada dokumentasi ceritanya.

Happy 12th GagasMedia #TerusBergegas



1.      Sebutkan 12 judul buku yang paling berkesan setelah kamu membacanya!

Karya yang diterbitkan GagasMedia
Montase by Windry Ramadhina                           Interlude by Windry Ramadhina
London by Windry Ramadhina                            Memori by Windry Ramadhina
Let Go by Windhy Puspitadewi                           After Rain by Anggun Prameswari
The Truth About Forever by Orizuka                  Coming Home by Sefryana Khairil
Walking After You by Windry Ramadhina         Marriageable by Riri Sardjono

Selain karya yang diterbitkan GagasMedia
Metropolis by Windry Ramadhina
The Chronicles of Audy by Orizuka

Selain Orange, aku suka hampir semua karya kak Windry Ramadhina yang diterbitkan Gagasmedia (karena belum baca, tapi udah gak sabar juga nunggu Orange cetak ulang). Aku gak banyak baca buku selain terbitan GagasMedia kecuali penulis-penulis tertentu yang memang karya-karyanya jadi favorit aku. 12 buku ini jadi favorit dan rekomendasiku buat  yang bingung mau baca buku fiksi apa.

2.      Buku apa yang pernah membuatmu menangis, kenapa?

Let Go, dan The Truth About Forever. Menariknya, dalam novel Let Go yang temanya remaja banget ini, romansa anak SMA-nya gak ditampilkan secara kental. Justru persahabatan antara dua tokoh laki-lakinyah-lah yang bikin pembaca tertawa, nangis dan kesal. Menurutku sih, menggambarkan bromance ke dalam novel yang bisa menarik hati pembaca tuh ga mudah, tapi Let Go 99% berhasil.
Gara-gara baca The Truth About Forever, aku nangis tengah malam sambil nahan isak tangis, niatnya sih baca beberapa lembar sebelum tidur, malah keterusan. Overall, aku emang suka novel-novel yang nggak happy ending atau bahkan gantung aja sekalian. Lebih banyak meninggalkan kesan mandalam buat pembaca

3.      Apa quote dari buku yang kamu ingat dan menginspirasi?

Nggak ada satu quote yang aku ingat secara spesifik, ditambah cukup lama juga aku nggak baca buku T^T . sejauh ini yang aku ingat adalah quote-quote yang bertebaran di novel Let Go dan Refrain yang menemani masa remajaku ketika masih berseragam.

Mari Berkenalan Dengan Taste Life Twice


‘Berkunjung’ ke blog pribadi Kak Windry jadi kesenangan sendiri buatku. Disitulah tempat Kak Windry berbagi cerita seputar novel-novelnya, mulai dari proses menulisnya, dari mana datangnya ide, dan sebagainya. Oh ya, juga ada writing tips.

Kemudian aku tahu Ka Windry dan Kak Ayu Prameswary membuat blog tastelifetwice.net dari kakakku, juga ada giveaway notes yang cantik dan buku-buku menarik.

Taste Life Twice

Maka, di jam-jam kuliah yang kosong aku berkunjung ke blog baru itu, di dalamnya sudah terisi beberapa posting seputar buku. Lalu aku tahu dari twit Ka Windry mengenai Taste Life Twice, disitu, Ka Windry tidak ‘tampil’ sebagai penulis, melainkan sebagai pencinta buku yang senang mengoceh katanya, yah seperti aku.

Taste Life Twice membahas tentang buku dan segala elemen yang terhubung ke dalamnya. Konten-konten di dalamnya menarik, seperti resensi buku -dengan penyampaian yang berbeda-, tips menulis, tips mendaur ulang kertas bekas -Ka Windry memang kreatif senang berkreasi dengan kertas, makanya aku tergiur dengan notesnya-

Lalu, alasan kenapa blognya diberi nama Taste Life Twice, dari twitnya Ka Windry, konon katanya, kita bisa merasakan hidup dua kali (atau bahkan lebih) dengan membaca atau menulis. Whoa.. aku jadi makin bersemangat untuk membaca dan menulis.

Karena Taste Life Twice masih baru, maka lewat blog ini –yang meski sudah setahun tapi masih sepi pengunjung- aku memperkenalkan Taste Life Twice pada kalian, silahkan kunjungi blog-nya dan rasakan manfaatnya.

Oh ya, mungkin sudah banyak yang mengenal Ka Windry dari karya-karyanya. Sedangkan Ka Ayu sendiri bekerja sebagai editor buku anak. Aku juga belum terlalu mengenalnya kecuali sedikit dari hasil intip-intip blog pribadi dan akun twitter-nya. Selanjutnya, mari kita berkenalan Ka Ayu.

Banyak yang berharap Taste Life Twice akan selalu update dengan postingan-postingan baru yang menarik, D.I.Y yang variatif tapi juga mudah untuk dicoba. Juga akan sering mengadakan giveaway notes kedepannya (karena aku belum berhasil dapat, hehehe).