[Moment] With Teh Ifa Avianty



Di hari event Komunitas Baca Buku (Indonesia) menyelenggarakan acara Buku Bicara : Domestic Drama, GagasMedia juga mengadakan acara nonton bareng Film Refrain yang diangkat dari sebuah novel berjudul sama karya Kak Winna Efendi. Sayangnya, aku nggak dapet kesempatan untuk bisa ikut nonton bareng kru serta penulis-penulis dan juga para Gagas Addict lainnya yang beruntung. Gagas memang membagikan tiket gratis dengan mengadakan quiz. Selain akun twitter GagasMedia, penulis-penulis Gagas lain-pun ikut mengadakan quiz melalui akun twitter mereka masing-masing.

Karena ingin sekali bertemu beberapa penulis favoritku, selesai mengikuti acara Buku Bicara : Domestic Drama aku berencana melanjutkan perjalanan menuju Pejaten Village Mall, tempat nobar sekaligus Meet & Greet dengan sang penulis Refrain, Kak Winna Efendi, dengan harapan bisa juga bertemu Mba Windry [penulis Orange, Metropolis, Memori, Montase & LONDON : Angel]

Dalam event Buku Bicara : Domestic Drama ini, aku mendapatkan seorang teman baru –dan sampai sekarang masih sering berhubungan di sosial media juga beberapa kali berkirim pesan singkat- bernama Vanessa Afandi.

Aku sedikit bercerita tentang kenekatanku yang datang ke event itu saking ‘ngebet-nya’ pengin ketemu penulis favorit. Dan akhirnya aku ngajak dia –yang belum pernah nekat pergi ke daerah asing tanpa ditemani keluarga- ikut ke Pejaten Village untuk dateng ke acara Meet & Greet Kak Winna.

Aku yang nggak tahu harus naik kendaraan umum yang menuju Pejaten dari Kalibata, bertanya ke Mas Senda Irawan. Ga disangka-sangka, Mba Ifa Avianty dengan baik hati menawarkan aku dan Vanessa untuk ikut bareng beliau, karena Mba Ifa juga mau ke Pejaten. Dengan sedikir rasa ga enak hati juga malu [tapi sedikit] dan rasa senang hati yang luar biasa aku menerima ajakannya.

Dan kejadian tak terlupakannya adalah perjalanan dari Kalibata-Pejaten. Dalam taksi, aku duduk di tengah-tengah Teh Ifa dan Vanessa, kami mengisi perjalanan yang tidak terlalu panjang itu dengan berbagai obrolan seru.

Teh Ifa bercerita tentang anaknya yang belum ada tanda-tanda memiliki minat menulis, sebaliknya ia malah jago IT dan sering membuat game, selain itu ia juga sedikit menceritakan keluarga kecilnya. Lalu ia bercerita tentang penulis-penulis yang –menurutnya- karakter penulisannya bagus, selain Kak Sefry dan Kak Robin, dari mulutnya disebutkan juga salah satu penulis yang sangat ku kagumi, Mba Windry. Makin kagum aja sama Mba Windry dan Kak Sefry. Oiya, sepanjang jalan, obrolan kami diselingi cemilan manis kue sus yang Mba Ifa beli di Kalibata.

Meski pada akhirnya, aku tidak bertemu dengan Mba Windry, dan tidak menghadiri Meet & Greet Kak Winna sampai akhir, apa lagi berkesempatan foto bareng, aku cukup senang dengan kesempatan langka ngobrol panjang lebar dengan Teh Ifa. Selain berkenalan dengan Vanessa, aku juga daet teman baru bernama Fataya Azzahra, yang sama-sama fansnya Kak Sefry.

Aku benar-benar terkesan dengan keramahan Teh Ifa, padahal kali itu adalah pertemuanku yang pertama dengannya. Semoga suatu hari aku diberi kesempatan lagi untuk bertemu dan berinteraksi dengan akrab bersamanya.

Komentar

  1. Kamu ke Penvil sama Teh Ifa? Huwaaa..... Mau..
    Tau kayak gitu, kemaren langsung ke Penvil aja.. ^^

    BalasHapus
  2. ini mah waktu selesai acara di Leksika. Aku lanjut ke penvil mau liat acara meet n greet sama Ka Winna Efendi. Teh Ifa ngajakin bareng kesana =D
    ngobrol panjang lebar sepanjang perjalanan ke penvil sama beliau. seruu... =D

    BalasHapus

Posting Komentar