[Event] Buku Bicara : Domestic Drama




Pada bulan juni (23/6) lalu, merupakan awal pertemuanku dengan penulis yang buku-bukunya sudah tersebar di toko-toko buku seluruh Indonesia, dan namanya sudah tak asing ditelinga para pecinta buku, mereka adalah Teteh Ifa Avianty, Kak Sefryana Khairil dan Kak Robin Wijaya. Selain itu, ada juga Mas Senda Irawan, penulis juga pendiri Komunitas Baca Buku (Indonesia)

Itu merupakan pertama kalinya aku bertemu penulis secara langsung dan sekaligus –ketemu- tiga penulis beken dalam satu waktu, jadi ingat betapa excited-nya aku ketika itu, bahkan ketika sesi tanya-pun, aku mengutarakan pertanyaan dengan suara gugup yang kentara.

Acara itu diselenggarakan oleh Komunitas Baca Buku (Indonesia) di sebuah toko buku –Leksika- yang berada di Kalibata City. Tema yang diusung adalah Domestic Drama, tak heran jika ketiga penulis yang telah aku sebutkan yang menjadi pembicara dalam event ini.

Teh Ifa Avianty memang dikenal dengan novel-novelnya yang bertema Domestic Drama, seperti Facebook on Love, Cinta Semusim, Alena dan masih banyak lagi karyanya yang lain. Ia merupakan salah satu penulis yang produktif mengeluarkan karya-karya baru. Lalu ada Kak Sefryana Khairil yang novel-novel bertema Domestic Drama-nya diterbitkan oleh –penerbit favoritku- GagasMedia, seperti Dongeng Semusim, Rindu, Comming Home dan Sweet Nothings. Sementara Kak Robin Wijaya memulai debut menulisya dengan menuliskan novel bertema Domestic Drama berjudul Before Us yang juga diterbitkan oleh GagasMedia.

Lalu apa itu Domestic Drama? Domestic Drama merupakan genre novel romance yang ceritanya lebih mendalami kehidupan keluarga, pernikahan atau kehidupan awal rumah tangga. Adapun konflik yang dimunculkan dalam genre ini, para penulis akan membuat para pembacanya hanyut dalam emosi tokoh-tokoh dalam novelnya. Bahkan Kak Sefry berterus terang, sering kali ia ikut menangis disela-sela pembuatan novelnya, ga aneh deh kalo pembacanya juga ikut nangis, penulisnya aja total banget nulisnya.
Ka Sefry juga menceritakan proses menulisnya yang disertai riset yang cukup panjang. Seperti dalam novel Rindu, ia sampai datang mewawancarai orang tua yang juga mengalami kehilangan anak yang iusianya masih kecil. Ia mencoba menelaah bukan hanya pada sisi psikologis sang ibu, melainkan juga pada sisi sang ayah. Lalu pada novel Comming Home, Ka Sefry sampai-sampai mendatangi taman kanak-kanak untuk mengetahui keseharian rutin anak-anak usia TK dan psikologis mereka yang tidak memiliki ibu.

Acara berlangsung selama dua jam. Dan dari dua jam itu aku mendapat pengalaman bertemu penulis-penulis idola, juga ilmu seputar kepenulisan dari mereka langsung.


Komentar