[Review Novel] TOKYO : Falling




Judul: TOKYO ~ Falling
Penulis: Sefryana Khairil
Editor: Ayuning & Gita Romadhona
Proofreader: Mita M. Supardi
Penata letak: Landi A. Handwiko
Desain sampul: Levina Lesmana
Ilustrasi isi: Tyo
Penerbit: Gagas Media
Tebal: 337+ x hlm
Tahun Terbit: 2013
ISBN: 978-979-780-663-7

Pembaca tersayang,


Musim panas di Tokyo selalu memiliki banyak warna. Sefryana Khairil, penulis Sweet Nothings dan Coba Tunjuk Satu Bintang mengajak kita berkeliling negeri sakura bersama dua wartawan bernama Thalia dan Tora.

Keduanya dipertemukan oleh sebuah lensa. Lalu, Danau Shinobazu membuka mata keduanya tentang bahwa kenyataan sering sekali berbeda dengan asumsi mereka pada awalnya. Thalia dan Tora berbagi tawa dan saling menyembuhkan. Hingga mereka sama-sama ragu, benarkah semuanya hanya sekadar kebetulan? Atau ini adalah satu dari misteri Ilahi yang mereka belum temukan jawabannya?

Setiap tempat punya cerita.
Dan bersama surat ini, kami kirimkan cerita dari timur yang sarat akan aroma lembut bunga sakura. 

Enjoy the journey,

EDITOR
-----------------


TOKYO : Falling merupakan seri Setiap Tempat Punya Cerita ke-enam sekaligus yang terakhir untuk serial STPC yang pertama (kabarnya akan ada seri STPC kedua GagasMedia, minus Bukune). Dua hal yang buat aku ngga sabar menanti novel ini, karena TOKYO adalah salah satu kota idamanku dan karena seri STPC yang berlatar kota Tokyo ini ditulis oleh penulis favoritku, Kak Sefryana Khairil.
 
Gojunoto, Kuil Sensoji
Bercerita tentang dua sejoli yang dipertemukan secara ‘tidak sengaja’ melalui perantara lensa. Thalia dan Tora merupakan wartawan Indonesia dari dua majalah  berbeda. Keduanya sama-sama ditugaskan meliput berbagai acara yang banyak diselenggarakan di Tokyo pada musim panas.

“Saya tau, apa pun yang terjadi antara kamu dan Hana bukan urusan saya. Tapi, kalo boleh saya ngomong....” kata Thalia hati-hati, membuat Tora menoleh ke arahnya. “Setiap perempuan pasti butuh kepastian.”
Keduanya yang jadi ‘terpaksa’ menjalani hari-hari liputan berdua –hari demi hari- mulai saling mengisi, saling menyembuhkan luka, dan tanpa sadar saling menemukan cinta. Keduanya saling membantu untuk keluar dari sangkar masa lalu.

“Mungkin Tuhan tau kita nggak mungkin bisa menghadapi masalah kita sendirian, makanya ada yang nemenin.”
Ketika awal baca sneak peeknya aku teringat novel Kak Orizuka yang judulnya Infinitely Yours. Pertemuan tak terrencana, perjalanan di kota asing berdua, dan akhirnya menimbulkan benih cinta. Secara inti aku rasa keduanya hampir sama. Tapi karena ditulis dengan dua penulis hebat dengan passion penulisan yang berbeda membuat kedua buku tersebut istimewa dengan gaya yang berbeda.

Yap, tepat seperti apa yang Kak Christian Simamora katakan –disampaikan oleh Ka Sefry pada acara Meet Author STPC di FX Sudirman (06/10)- satu kata yang menggambarkan TOKYO : Falling, yaitu ‘Romantis.’
Karya-karya Kak Sefry memang selalu menghadirkan romantisme yang menghanyutkan pembaca, tentang bagaimana ia menuturkan interaksi antar kedua tokohnya.
 
Tanzaku, kertas permohonan yang diikatkan ke bambu pada Festival Tanabata
Belum lagi, perjalanan-perjalanan Tora dan Thalia serta wisata kuliner mereka yang menggiurkan. Benar-benar mencerminkan tema setiap tempat punya cerita. Riset yang sempurna, hasil yang memuaskan untuk Ka Sefry yang belum pernah sama sekali dan belum tahu banyak tentang tentang Tokyo sebelum menulis novel ini.

Tora menatap lurus kedepannya. “Mungkin ada kalanya cinta buth jarak. Bukan untuk berpisah, tapi utuk menguji besarnya cinta itu sendiri.”
Seminggu sebelum cover novelnya dipamerkan melalui jejaring sosial, aku bertemu Kak Sefryana dalam acara London Tea Party bersama Mba Windry Ramadhina, ka Sefry kasih bocoran kalo cover novel terbarunya adalah biru atau pink.

Awalnya aku kira sampulnya akan berwarna biru langit, mengingat Kak Sefry menggunakan musim panas sebagai latar waktu TOKYO, jadi biru langit aku pikir mewakili langit musim panas.

Oh ya, ada hal yang berbeda dari novel terbaru Kak Sefry ini dengan karya-karya sebelumnya. Entah karena ingin mencoba hal baru atau ada alasan lainnya, tapi aku suka dengan perubahan itu, dan tetap akan menantikan karya-karya terbarunya.

Komentar