[Review Novel] Restart

Judul: Restart
Penulis: Nina Ardianti
Editor: Prisca Primasari
Proofreader: Christian Simamora
Penata letak: Gita Ramayudha
Desain sampul: Dwi Anissa Anindhika
Tebal: 446 + ix hlm
Rilis: 2013
ISBN: 978-979-780-631-6

"Semua orang pernah patah hati. All you have to do is move on."

Aku selalu mengira tak akan bisa hidup tanpa cintanya. Aku lupa, semua luka perlahan-lahan akan sembuh juga. Biarkan saja waktu yang menjadi obatnya.

Saat itu akan tiba, ketika aku benar-benar menerima
kenyataan bahwa kini tak ada lagi 'kita'.

Sekarang hanya aku, minus dirinya. Dia pergi terlalu lama dan aku terlalu bodoh terus-terusan memikirkan dirinya. Aku bisa hidup tanpa kenangan dan senyumannya. Kalau sebelum mengenal dia saja aku bisa bahagia, apa bedanya bahagia setelah tanpa dirinya?

Aku pasti akan jatuh cinta lagi. Suatu hari nanti...
dan dengan yang lebih baik dari dirinya.

----------------------------------
Siapa sih yang nggak pernah patah hati? Terlebih untuk cewek (sorry, untuk persoalan yang kayak gini aku sensi banget dan cenderung nyalahin kaum adam :p) yang patah hati karena dikhianati pasangannya? X dari 10 cewek pernah mengalaminya (X-nya isi sendiri yah, aku belum riset, nggak berani bikin asumsi juga :p)

Jadi, she’s Syiana Syahrizka Alamsjah. Cewek yang mengakhiri hubungan percintaannya -yang semula baik-baik aja, sebuah hubungan yang nyaris sempurna- dengan cara yang nggak baik. Dia mergokin Yudha -cowok yang dipacarinya selama tiga setengah tahun- bersama seorang cewek dikamar hotel, yang padahal dua hari sebelumnya dia pamit sama Syiana kalau dia ada perjalanan dinas ke Hong Kong, dan seharusnya, dia kembali tiga hari lagi.

Sudah tiga minggu berlalu sejak kejadian itu, Syiana belum juga bertemu Yudha. Sampai suatu malam di Hong Kong, ia tak sengaja bertemu dengan Yudha, lalu insiden di beer garden, dengan seorang cowok yang muntah dikaki Syiana, lalu Syiana yang menyiram segelas erdinger ke cowok penuduh dan cowok yang muntah dikakinya.
—ooOOoo—

Saking seringnya denger orang-orang yang ngerekomendasiin novel ini sampe-sampe bikin aku penasaran, akhirnya aku pun mendapatkan novel ini (prok-prok-prok)

Buat kamu-kamu yang pernah patah hati, obatnya memang cuma waktu, dan orang baru. Dan Syiana membuktikannya dengan bertemu orang baru yang dikenalnya melalui pertemuan yang unik.

Awalnya, aku kira porsi cerita Syiana-Yudha, si mantan pacar yang ke-gap selingkuh bakal cukup banyak. Yah, namanya cewek yang baru putus sama cowok dengan kriteria yang dia inginkan dari seorang pasangan, galau-galau gitu kan kayaknya wajar gitu yah, apalagi putusnya pun nggak baik-baik dan dengan penyebab yang bener-bener nggak baik pula (diselingkuhin boo, dimana baiknya coba? Ya kan? Ya kan?), sementara di novel ini Syiana terkesan biasa-biasa aja, seperti nggak terluka dengan akhir hubungan yang udah dijalaninya.

Bukannya aku pecinta novel-novel cengeng dengan kegalauan yang tersebar ditiap halaman, cuma, rasanya cerita jadi kurang real. Novel ini bener-bener pure about move on, bahkan gak ada yang namanya keinget kenangan indah masa lalu.

Tapi, bagian dimana pertama kalinya Syiana dan Yudha bertemu setelah tragedi, itu keren banget. Suka bagaimana bijaknya Syiana mengakhiri hubungan.
foto diambil dari sini
Dan tentang Fedrian, (ya ampun... dari tadi aku belum juga ngebahas tentang dia!) kayaknya cari tahu aja deh dalam novelnya. Yang pasti aku juga bisa move on kalau orang barunya kayak dia, tapi dalam versi nyata yang bukan ar*is.

Meskipun nggak terlalu memfavoritkan novel ini, tapi aku sukaaaa banget karena diksinya yang asik dan ceritanya yang menyenangkan. Ada banyak kelucuan dalam bahasa yang nyeleneh dengan POV 1 Syiana juga karakternya yang sarkastis.

Dan alasan aku yang nggak memfavoritkan novel ini, karena... aku juga nggak tahu kenapa. Novel ini cuma bikin aku suka, tapi nggak bikin aku jatuh cinta. Yah, ini cuma soal selera.
But 4 of 5 for this novel.

Komentar

Posting Komentar