[Review Novel] Unforgettable

Judul: Unforgettable
Penulis: Winna Efendi
Editor: Rayina
Proofreader: Gita Romadhona
Penata letak: Wahyu Suwarni
Desain sampul: Dwi Anissa Anindhika
Penerbit: GagasMedia
Tebal: 173 hlm
Tahun Terbit: 2012
ISBN: 978-979-780-541-8

Ini adalah satu kisah dari sang waktu tentang mereka yang menunggu. Cerita seorang perempuan yang bersembunyi di balik halaman buku dan seorang lelaki yang siluetnya membentuk mimpi di liku tidur sang perempuan.
Ditemani krat-krat berisi botol vintage wine yang berdebu, aroma rasa yang menguar dari cairan anggur di dalam gelas, derit kayu di rumah usang, dan lembar kenangan akan masa kecil di dalam ingatan.
Pertemuan pertama telah menyeret keduanya masuk ke pusaran yang tak bisa dikendalikan. Menggugah sesuatu yang telah lama terkubur oleh waktu di dalam diri perempuan itu. Membuat ia kehilangan semua kata yang ia tahu untuk mendefinisikan dan hanya menjelma satu nama: lelaki itu.
Sekali lagi, ini adalah sepotong kisah dari sang waktu tentang menunggu. Kisah mereka yang pernah hidup dalam penantian dan kemudian bertemu cinta.
-----------------
Dari semua buku karya Kak Winna, Unforgettable adalah buku paling tipis yang ditulisnya, tapi justru malah jadi yang paling lama aku baca (-____-).

Novel ini berlatar di sebuah kedai wine bernama Muse yang dikelola oleh seorang perempuan dan kakaknya, Rangga.

Biasanya, saat manusia tak menyukai kenangan akan sesuatu, ia berusaha untuk melupakannya. Menyisihkannya pelan-pelan, sampai hilang tak berbekas. Cara terbaik untuk melarikan diri. 
Kisah ini mengenai sang adik, si perempuan yang tak disebutkan namanya, yang menghabiskan waktunya duduk didepan laptop sambil menulis fiksi. Juga tentang  si laki-laki yang kerap datang ke Muse setiap pada waktu yang sama, lima menit sebelum pukul Sembilan.
Seseorang pernah berkata…, kita tidak akan pernah benar-benar berhenti mencintai seseorang. Kita hanya belajar untuk hidup tanpa mereka.
Kehadiran si lelaki membuat si perempuan gelisah, tak bisa menulis. Hingga seiring waktu merekapun berkenalan. Mereka berbagi kisah hidup, tentang masa lalu, impian juga cinta.
Seperti yang aku bilang, ini adalah novel Kak Winna yang paling lama aku baca. Alurnya yang lambat bikin aku bosan.
Zona nyaman seperti sebuah payung yang melindungi pemegangnya dari resiko. Sudah prinsip dasar manusia untuk menghindari perubahan. Hidup sudah banyak menyimpan kejutan. Siapa yang tahu apa yang ada di luar sana. Karena itulah produk-produk investasi dan asuransi laku keras. 
Ditambah lagi pada bagian penggunaan sudut pandang. Novel ini memang konsisten menggunakan POV 3, hanya saja –kalau diibaratkan dalam shooting film- kameranya mengarah pada si lelaki dan si perempuan secara bergantian dan dibedakan dengan italic.

Bukankah indah, jika hidup tanpa mimpi yang muluk-muluk? Tanpa ekspektasi yang berlebihan yang harus dilampaui? Karena untuk beberapa orang, mimpi adalah membuka mata dan masih mampu melihat hari esok.
Sebenarnya, novel ini memang terbilang unik, dibutuhkan kehati-hatian dalam menulisnya agar alur cerita tetap konsisten. Selain itu, banyak sekali isi novel yang quotable dengan kaya bahasa dan diksi yang manis khas Kak Winna Efendi.

Komentar

  1. Yuk memang novel yg unik!

    Btw salam kenal, kunjungi juga blog saya di www.adeliaayuuu.blogspot.com ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih udah mampir ke blog-ku.

      aku udah brkunjung ke blog-mu. cantik banget blognya :D
      salam kenal juga yah

      Hapus
  2. aku kurang bisa menikmati buku ini, nggak tau kenapa --

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama kak, butuh waktu lama untuk baca novel ini. tapi banyak kalimat2 yang quotable

      Hapus

Posting Komentar