[Review Novel] Soba Ni Iru Yo

Judul: Soba Ni Iru Yo
Penulis: Yoana Dianika
Editor: Dila Maretihaq Sari
Proofreader: Neneng dan Intan Ren
Penata letak: Gabriel
Desain sampul: Fahmi Ilhamsyah
Ilustrasi sampul dan Isi: Itsna Hidayatun
Penerbit: Bentang Belia
Tebal: 149+ viii hlm
Tahun Terbit: 2012
ISBN: 978-602-9397-19-2

Mika Nakajima harus pindah ke Tokyo saat SMA. Kehidupannya di Tokyo serba enggak terduga. Di kelas barunya, Mika bertemu dengan Ren, cowok super-rese yang mengadakan audisi pencarian pacar. la rutin mengadakan seleksi bagi cewek satu sekolah yang mengantre ingin jadi pacarnya. Sialnya, si playboy slebor ini selalu menghantui hidup Mika di Tokyo.

Mika sendiri masih belum bisa melupakan kenangan indah di Desa Shirakawa, kampung halamannya. Takayama bersaudara, sahabat masa kecilnya, masih selalu terbayang di ingatan Mika. Terutama Kak Kenji, cowok yang ia sukai sejak kecil.

Bisakah Mika menaklukkan hidup barunya di Tokyo? Mungkinkah ia bisa bertemu lagi dengan ketiga sahabatnya sewaktu kecil?
--------------

Soba Ni Iru Yo bercerita tentang Mika Nakajima yang bersahabat dengan Takayama bersaudara yang terdiri dari Kenji, anak pertama lalu Ren dan Ayumi yang merupakan saudara kembar. Mereka tinggal di Desa Shirakawa.

Micchi -panggilan yang diberikan Ren untuk Mika- sangat menyukai Kenji. Ia sampai hafal setiap detil tentang Kenji. Sementara, ia yang ceroboh sering sekali ditolong oleh Ren.

Tanpa diduga, keluarga Takayama pindah saat Micchi dan Ren-Ayumi duduk ditinggat tiga shougakkou, tanpa bercerita apa-apa kepada Micchi tentang kepindahan mereka, juga memberi tahu alamat rumah baru mereka.


Micchi pun menjalani hari-harinya tanpa mereka sampai chuugakkou, karena memasuki koukousei ia pindah ke Tokyo..
Disanalah, ia bertemu dengan orang-orang yang dulu mengisi hari-harinya di Shirakawa.
--ooOOoo--

Novel ini menggunakan alur maju-mundur untuk mengawali cerita. Kisahnya dimulai dengan perpisahan Kenji dengan Micchi, serta kepergian Ren yang mendadak hingga Micchi tak sempat bertemu dengannya. Lalu cerita berlanjut pada flashback kejadian-kejadian masa kecil Micchi dengan Takayama bersaudara.

Setelah flashback masa kecil mereka, dilanjutkan dengan kejadian-kejadian yang dimulai ketika Micchi memasuki sekolah barunya di Tokyo dan pertemuannya kembali dengan Takayama bersaudara.

Dalam novel ini, Kak Yoana Dianika mengunakan POV1. Aku suka penyampaian cerita serta nuansa Jepang yang memang dijadikan setting dalam novel ini. Hanya saja dalam penggunaan waktu, novel ini terlalu terburu-buru padahal halamannya begitu tipis.

Hampir setiap bulan dengan berbagai festival serta keunikan-keunikan tradisi di Jepang diceritakan. Sedangkan dalam setiap bulan tersebut porsi ceritanya tergambar hanya beberapa hari. Buku ini jadi seperti buku harian Micchi.

Pada ending-pun, cerita jadi terkesan dipaksa berakhir. Kepergian Ren yang mendadak tidak seuai dengan adegan sebelum epilog. Tak ada tanda yang mengarah pada kepergian Ren, selain itu ia juga belum lulus koukousei, bagaimana bisa dapat kesempatan beasiswa untuk sekolah di luar neger, memangnya beasiswa sekolah apa yang Ren dapatkan?

Yah itu hanya beberapa pendapatku jika ditanya kekurangan apa yang ada dalam novel ini. Mungkin aku memang kurang puas dengan novel ini, tapi aku suka karya-karya kak Yoana yang lain.

Komentar

  1. mungkin terlalu terburu-buru kali ya penulis menceritakannya, seharusnya ada bagian yang lebih digali lagi agar ceritanya nggak banyak tanda tanya :)

    BalasHapus
  2. hmm... ceritanya komik banget yah. judulnya sih eye catchy, setiap pecinta jepang pasti langsung tertarik lihat judulnya. tapi, kok ceritanya agak bingungin yaaa, dan yah setuju agak dipaksakan, ada latar cerita ia berasal dari desa shirakawa itu juga bikin saya geli loh. saya belum baca bukunya, tapi baca resensinya aja jd ga tertarik. hihihi. *ups* :) sayang sekali.

    BalasHapus

Posting Komentar