[BookClub] LOST

Setelah menentukan waktu pertemuan yang panjang dengan para anggota klub buku, Sabtu kemarin (22/3) aku dan klub buku-ku akhirnya berkumpul untuk mendiskusikan novel yang kami dapat dari Arisan Buku GagasMedia-Bukune.


Sebelumnya kami kesulitan untuk berkumpul lantaran empat dari anggota klub buku yang masih duduk di bangku SMP sedang menjalani UTS, dan satu diantaranya sedang menjalani serangkaian Try Out karena sudah kelas tiga SMP.

Sebelumnya, aku sendiri sudah me-review novel horor berjudul 'LOST' ini secara khusus. Seperti yang aku sebutkan dalam review-ku, aku suka karya Mba Eve Shi dari segi penceritaan yang bikin enak dibaca, Arfina -salah satu anggota klub buku- setuju dengan pendapatku, juga Kak Leny yang juga sudah membaca novel debut Mba Eve Shi sebelumnya berpendapat sama. Sementara, Indah yang cakupan bacaannya kurang luas menganggap bahasa dalam novel ini sulit karena banyak kata-kata yang belum dikenalnya, meski sebenernya itu sering digunakan dalam novel-novel kebanyakan.

Aku dan Arfina mempunya banyak pendapat yang sama terhadap novel ini. Kami sama-sama menyukai kisah roman antara Maura dan Julian. Adanya kisah roman ini tidak membuat novel membosankan, karena meski novel horor, nggak mesti tokoh-tokohnya ditakut-takuti tiap menitnya kan. Oh ya, bahkan Zeni berpendapat kisah roman antara Maura-Julian-lah yang berkesan baginya.

Menurut Arfina lagi, meski porsi horornya kurang, tapi di tiap adegan dimana Maura mengalami hal-hal mistis, 'feel' horornya dapet banget. Ia jadi bisa merasakan gimana mencekamnya keadaan disekitar Maura. Bagaimana seramnya jalan sendirian dilorong apartemen, apalagi kalau harus naik tangga darurat.

Kami setuju kalau novel karya mba Eve Shi ini bisa membenahi perfilm-an horor di Indonesia. Supaya film-film horor Indonesia terhindar dari hal-hal yang bersifat SARA. Semoga novel-novel karya Mba Eve Shi bisa diangkat ke layar lebar.

Baca juga review-nya dari aku, Leny, IpinZeni, Indah, dan Nida

Komentar

Posting Komentar