[Review] Aku Tahu Kamu Hantu

Judul: Aku Tahu Kamu Hantu
Penulis: Eve Shi
Editor: Alit Tisna Palupi
Proofreader: Jia Effendie
Penata letak: Landi A. Handwiko
Desain dan ilustrasi sampul: Levina Lesmana
Penerbit: Gagas Media
Tebal: 208+ iii hlm
Tahun Terbit: 2013
ISBN: 978-979-780-652-1
Aku di sini. Kamu bisa melihatku, tetapi Kamu tidak bisa mendengarku. Aku tahu Kamu bingung, tetapi yakinlah… aku tidak pernah bermaksud jahat. Aku hanya ingin meminta tolong, karena Kamulah satu-satunya orang yang bisa memecahkan teka-teki ini. Jika Kamu melihatku lagi, tolong jangan berpaling. Semoga Kamu mengerti isyaratku.
---------------------

Di ulangtahunnya yang ke tujuh belas, Olivia, yang akrab disapa Liv bisa melihat makhluk halus. ‘Bakat’ itu diwarisinya dari sang Ibu yang dalam keluarganya, setiap anak sulung perempuan dapat mengindrai makhluk halus.

Sejak kejadian itu, banyak hal-hal aneh yang terjadi disekitar Liv, mulai dari Daniel, sahabatnya yang tiba-tiba menjauhinya karena Liv bercerita bahwa ia melihat arwah Frans, teman seangkatannya yang berbeda kelas dengan mereka. Sementara Frans sendiri dikabarkan sudah dua hari tak kembali kerumah. Lalu ia juga beberapa kali mendapati Sarah menangis dikamar mandi, dengan tas yang robek disayat pisau.
-ooOOoo-
Baca novel Aku Tahu Kamu Hantu mengingatkan aku pada film-film horror yang settingnya disekolah dengan pemain-pemain muda, but minus adegan toples-cerobongnya yah :p

Novel ini asyik dibaca, meskipun novel bergenre horror, isinya nggak melulu tentang Liv yang ketakutan diganggu hantu, dan gak melulu bersetting malam hari kayak film horror- film horror yang nggak mutu.

Dari novel yang tebalnya 200an halaman itu, Mba Eve Shi hanya membuat hari-hari menegangkan Liv dalam hitungan Sembilan hari. Bisaan deh bikin cerita dengan waktu yang nggak diputus-putus gitu, jadi kegiatan Liv selama Sembilan hari itu benar-benar disorot kamera. Selain itu bahasa yang digunakan Mba Eve juga enak dibaca.

Tapi aku merasa kurang pada bagian cerita cintanya (yah, maklumlah, pecinta novel romance :p) Meski Liv digambarkan suka sama Bayu, tapi diawal sebelum disebutkan ga terlihat ada tanda-tanda kalau dia memang suka Bayu, walaupun sebelumnya ada bagian yang menunjukkan Liv lirik-lirik Bayu dan geng populernya. Selain itu Mba Eve juga kurang menguak kisah tentang geng popular itu, bikin ceritanya berasa ada yang kurang gitu, meskipun diakhinya emang cukup mengejutkan.

Secara penampilan, novel ini menarik. Dari sampul yang udah misterius dengan judul yang unik dan menarik, pada tiap bab yang berganti hari juga terdapat ilustrasi yang menyeramkan dan siap-siap aku tutup ketika halaman yang akan aku buka berganti bab.

Novel ini menyajikan hal baru dalam cerita bergenre horor.

Komentar