[Review Novel] Paris: Aline

Judul: Paris: Aline
Penulis: Prisca Primasari
Editor: eNHa
Proofreader: Gita Romadhona, Ibnu Rizal
Penata letak: Dian Novitasari
Ilustrasi Isi: Diani Apsari
Desain sampul: Jeffri Fernando
Penerbit: Gagas Media
Tebal: 212+ ix hlm
Tahun Terbit: 2012
ISBN: 978-979-780-577-7

Pembaca tersayang,
Dari Paris, sepotong kisah cinta bergulir, merupakan racikan istimewa dari tangan terampil Prisca Primasari yang sudah dikenal reputasinya dengan karya-karya sebelumnya Éclair, Beautiful Mistake, dan Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa.
Ini tentang sebuah pertemuan takdir Aline dan seorang laki-laki bernama Sena. Terlepas dari hal-hal menarik yang dia temukan di diri orang itu, Sena menyimpan misteri, seperti mengapa Aline diajaknya bertemu di Bastille yang jelas-jelas adalah bekas penjara, pukul 12 malam pula? Dan mengapa pula laki-laki itu sangat hobi mendatangi tempat-tempat seperti pemakaman Père Lachaise yang konon berhantu?
Setiap tempat punya cerita. Dan inilah sepotong kisah cinta yang kami kirimkan dari Paris dengan prangko yang berbau harum.
---------------
Berbeda dengan Melbourne: Rewind yang bab-babnya dibagi dengan track cd, Paris: Aline dibuat seperti buku harian. PoV yang digunakan adalah PoV1 dengan sudut pandang Aline.

Kisah dimulai dari Aline yang tidak sengaja menemukan pecahan porselen ketika tengah menyusuri Jardin du Luxembourg. Setelah meyatukan kepingan porselen itu seperti puzzle, ia menemukan tulisan  yang ia duga sebagai nama pemilik porselen itu, Aeolus Sena.
pict from here
Ia pun berinisiatif membawa porselen itu ke flatnya. Oh ya, sebelumnya, Aline baru saja patah hati karena cowok yang sudah lama disukainya baru saja jadian dengan cewek prancis yang cantik. Saking patah hatinya, ia memutuskan cuti kerja selama seminggu karena tidak ingin seruangan dengan pasangan baru itu.

Kembali ke Aelous Sena. Setelah browsing, ia menemukan akun twitter yang sudah lama tak di-update dan sebuah alamat email. Dari situlah keduanya berkomunikasi dan memutuskan untuk bertemu.

Namun, yang membuat Aline heran, mengapa cowok itu mengajaknya bertemu di Place de la Bastille –sebuah  12 Malam, tapi yang lebih aneh lagi, Aline mau saja menyanggupi permintaan cowok itu –dua kali berturut-turut- yang pada akhirnya dibatalkan cowok itu melalui email.

Namun pada janjian ketiga, akhirnya merekapun bertemu. Dari situlah mulai ketahuan sosok Sena yang sesungguhnya. Cowok unik dengan tingkah kekanak-kanakan…
-ooOOoo-
Ada banyak kejanggalan-kejanggalan ketika baca novel ini. Seperti saat Aline yang meminta cuti seminggu karena patah hati. Jelas kalau ini berkesan lebay banget. Memang aku akui, kalau jadi Aline, pasti ngga betah banget kerja di tempat kayak gitu dengan orang-orang yang semuanya menyebalkan.

Lalu diamana Aline dan Sena membuat janji untuk bertemu. Sebagai cowok kok yah Sena nggak gentle banget. Dengan ngajak cewek janjian tengah malam dan dibatalkan pula dengan cara yang ngga banget. Yah meski semua itu ada alasannya…

Aku suka gaya bercerita Ka Prisca sejak pertama kali baca karyanya yang berjudul éclair. Di novel ini pun, gaya berceritanya menyenangkan. Hanya saja ada bagian-bagian yang nggak aku suka tadi yang membuat cerita terkesan janggal.



Tapi dari karakternya Sena yang unik dan kekanakan ini, aku jadi inget Yoon Shi Yoon ketika dia berperan sebagai Enrique Geum dalam kdrama Flower Boy Next Dor. Ditambah lagi sosok Park Shin Hye juga mewakili Aline (maklum, pecinta akut kdrama, jadi kalo baca novel yang dibayangin actor-aktris dari karma mulu :p)

Komentar