[Review Novel] Meet The Sennas

Judul: Meet The Sennas
Penulis: Orizuka
Penyunting: Dellafirayama, @jason_isme
Penyelaras aksara: Fakhri Fauzi, Lian Kagura
Penata aksara: Nurhasanah
Perancang sampul: Fahmi Ilmansyah
Ilustrasi Isi: Maima Widya Adiputri
Penerbit: Teen@noura
Tebal: 320 hlm       
Tahun Terbit: 2012
ISBN: 978-602-7816-66-4
Aku Daza Senna.
Anak kedua dari tiga bersaudara. Yang artinya aku anak tengah ….
Astaga. Aku menulis apa, sih? 
Oke, mari coba lagi.
Aku Daza Senna.
Aku tinggal bersama orang-orang yang sama sekali tak bisa disebut normal.
Dan sialnya, orang-orang itu adalah keluargaku.
Hmm, ini sudah lebih bagus.
Siapa sih yang mau tinggal dengan orang-orang yang memberi semacam formulir pendaftaran dan serangkaian ujian kepada setiap cowok yang ingin dekat denganku? Memangnya cowok-cowok itu mau SNMPTN? Coba bayangkan penderitaanku. Belum terbayang? Berarti kalian harus bertemu dengan mereka.
------------------------
Meet The Sennas adalah republished dari novel Kak Orizka yang ketiga berjudul Duh… Susahnya Jatuh CInta…! Yang terbit pada tahun 2006
Aku nggak pernah se-nggak suka ini sama karyanya kak Orizuka. Berbeda dari novel-novel karya Kak Ori lainnya, aku banyak memberi respon negative terhadap novel ini. I’m sorry kak Ori L... juga untuk para penggemar yang menyukai novel ini.
Aku nggak bilang novel Meet The Sennas ini jelek, hanya saja ada beberapa /banyak bagian yang menurutku nggak sesuai.
Sebelumnya aku kasih tau dulu keluarga Senna terdiri dari sembilan anggota yaitu Kakek Senna, Nenek ‘Tiwi‘ Senna, Senna Jr –papa Daza,- Mama Ina Senna, Om Sonny Senna, Tante Amy Senna, Dennis Senna, Daza Senna, dan Zenith Senna.
Karena aku lumayan bingung untuk mulai dari mana, jadi aku akan membaginya dalam beberapa poin.
1. Aku agak bingung dengan usia Om Sony dan Tante Amy yang terpaut hanya 5 dan 3 tahun dengan Dennis –cucu pertama keluarga Senna.- Rasanya aneh aja dengan usia Om dan Tantenya yang baru 24 dan 22 tahun, lalu papanya –yang berarti kakak mereka- sudah punya anak yang usianya 19, 17 dan 15 tahun. Jadi usia papanya berapa? Jadi si nenek setelah melahirkan Senna Jr bertahun-tahun kemudian (5 dan 3thn sebelum anak pertamanya punya anak dan mungkin menikah) baru melahirkan lagi?
2. Aku nggak suka dengan karakter Daze yang terlalu negative thinking sama keluarganya sendiri dan terlalu hiperbola setiap kali mengadapi keanehan-keanehan keluarganya. Rasa-rasanya hampir tiap hari ngeluh mulu. Aku ngerti sih mungkin posisi yang dia alami cukup sulit, mungkin juga siapa pun yang berada diposisinya akan bersikap begitu.
3. Berhubung sudut pandang yang digunakan adalah POV1 dimana Daza yang berperan banyak dalam cerita ini, jadi alur nggak pernah lepas darinya. Kalo diibaratkan syuting film, kamera terus-terusan menyoroti Daza, dari dia ada di sekolah, les matematika sama Logan, di sekolah lagi, di kamarnya, les matematika, dan begituuuu terus. Sampe-sampe di pertengahan aku mulai bosan dengan alur yang begitu-begitu aja. Dan sayangnya lagi kisah tentang kedelapan keluarga Senna yang unik-unik itu jadi nggak dieksplor dan jadinya mereka cuma muncul sekilas.
Seperti yng aku sebutkan dalam poin kedua, Daza itu terlalu negative thinking, aku dibuat kesal dengan sikapnya yang tiap hari mengeluh tentang keluarganya., meski akhirnya ia sadar bahwa keluarganya menyayanginya dengan menyiapkan sesuatu yang membahagiak.
Oh ya, entah karena Daza adalah satu-satunya anak perempuan dan mereka nggak ingin sampai kejadian yang menimpa Tante Amy (mau tau kejadian apa? Baca yah di novelnya :p) juga menimpa dirinya, sehingga seluruh keluarga Senna selalu heboh tiap kali berurusan dengan hal yang berkaitan dengan Daza dan over protective terhadapnya dan tidak pada kedua saudara laki-lakinya.

Aku sendiri jadi membayangkan punya keluarga yang menyenangkan (sekaligus menyebalkan) seperti The Sennas…

Komentar