[Review Novel] S.C.H.O.O.L Chemistry

Judul: School Chemistry
Penulis: aL Dhimas
Editor: Yooki
Proofreader: Jumali Ariadinata
Penata letak: Gita Ramayudha
Desain sampul: Levina Lesmana
Ilustrasi cover dan isi: Levina Lesmana
Penerbit: Gagas Media
Tebal: 212 + xviii hlm
Tahun Terbit: 2014
ISBN: 978-979-780-701-6

Tanya:
“Kak Editor, novel S.C.H.O.O.L: Chemistry-nya aL Dhimas ini tentang apa sih?” --- Pembaca
Jawab:
Tentang seorang adik yang selalu dibayang-bayangi prestasi kakaknya.
Tentang tim olimpiade yang dibentuk oleh sekolah.
Tentang seorang cewek ayng selalu merasa paling unggul dibandingkan anggota kelompoknya yang lain.
Tentang gebetan dari klub renang yang terlihat menakjubkan sekali dengan celana renang speedo-nya.
Tentang cinta pada pelajaran kimia.
POKOKNYA KAMU HARUS BACA
(pssst, kalau ada yang penasaran tentang novel ini, bilang aja, “Ceritanya, kayak yang pernah terjadi di sekolah kita, lho!”)
Enjoy!
--- Editor S.C.H.O.O.L
---------------
Setelah sukses dengan serial STPC-nya, GagasMedia kembali menggagas serial terbaru yang diberi tema S.C.H.O.O.L. Sesuai dengan temanya novel-novel seri ini akan menceritakan kisah remaja berseragam. Selain itu tema ini juga menjadi kepanjangan dari Seven Complicated Hours Of Our Life.

Yup! Mel benar. Remaja rebel sama penurut itu banyak, tapi remaja bertanggung jawab? Nggak  mau, kan, jadi mainstream?
Blur novenya sudah menggambarkan isi cerita dalam novel ini, tentang seorang gadis bernama Marsha Anandita Hariadie yang meski pencinta Kimia, ia tetap gadis cantik yang fashionable. Ia membuktikan kalau orang yang suka pelajaran sains nggak selalu geek dan berkaca mata tebal.
Clique-nya Marsha a.k.a Icha berjumlah 5 orang. Empat sahabatnya, diantaranya tiga gadis asli Batam, Roro, Alvie dan Mel dan satu teman SD-nya ketika ia masih di Bogor bernama Sarah.

Sebagai novel pembuka seri SCHOOL, menurutku novel berjudul Chemistry ini cukup mengecewakan. Cerita yang dihadirkan terkesan biasa saja, dengan konflik yang sudah biasa dan bisa ditebak akan seperti apa akhirnya.

“Sesekali perlu juga jadi ‘tuli’,’’ pesan Sarah sambil membuat tanda kutip dengn jarinya. “Dengerin hal-hal nggak penting Cuma bikin kita nggak maju-maju,’’ tambahnya.
Hampir mirip dengan seri Glam Girls, hanya saja sisi fashion-nya tidak terlalu ditonjolkan dengan menyebutkan segudang merk brand-brand terkenal. Para tokohnya mengutamakan bakat dan prestasi mereka, but they stil fashionable.

Sayangnya, terjadi kesalahan kecil yang cukup fatal dalam novel ini dan aku pun baru tahu ketika tidak sengaja membaca review dari blog Mba Desty. Kesalahan yang menyebutkan kalau simbol tembaga adalah Fe padahal seharusnya Cu (aku sendiri yang waktu SMA ngambil jurusan IPA nggak menyadarinya L)

Ya. Para sahabatku adalah partikel koloid, elektroda adalah kesibukan mereka masing-masing, dan penggumpalan koloid adalah apa yang terjadi pada kami saat ini.
Aku agak nggak setuju dengan para tokoh figuran yang digambarkan adonis, dengan pemikiran kalau cewek yang fashionable itu nggak cocok masuk klub sains apalagi ikut seleksi untuk olimpiade. Aku rasa, jaman sekarang ini orang-orang, baik laki-laki ataupun perempuan udah pada berpikiran terbuka, orang-orang dengan pikiran cewek pinter itu selalu geek dan berkaca mata tebal itu udah ‘hampir’ punah. Toh udah banyak banget sekarang cewek cantik bak model, punya segudang prestasi dibidang akademis.

Aku nggak menganggap novel ini buruk, hanya saja kurang ‘istimewa.’ But sure, cover-nya manis banget. Desain yang ada didalamnya pun menarik, dan ada teka-teki juga di halaman belakangnya. GagasMedia memang selalu berhasil menampilkan hal-hal baru dalam novelnya.

Komentar