[Review Novel] Touché

Judul: Touché
Penulis: Windhy Puspitadewi
Ilustrator: Rizal Abdillah Harahap
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 204 hlm
Tahun Terbit: cetakan kelima, Maret 2014
ISBN: 978-602-03-0363-5


Selain kemampuan aneh yang bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain lewat sentuhan, Riska memiliki kehidupan normal layaknya siswi SMA biasa. Tapi semua berubah sejak kehadiran Pak Yunus, guru pengganti, dan perkenalannya dengan Indra yang dingin dan Dani si juara kelas.
Riska kemudian diberitahu bahwa dirinya adalah touché alias orang yang memiliki kemampuan melalui sentuhan, seperti halnya Indra, Dani, dan Pak Yunus sendiri. Seakan itu belum cukup mengejutkan, Pak Yunus diculik! Sebuah puisi kuno diduga merupakan kunci untuk menemukan keberadaan Pak Yunus.
Dengan kemampuan mereka, Riska, Dani, dan Indra pun berusaha memecahkan kode dalam puisi kuno tersebut dan menyelematkan guru mereka.
--------------------------

Touché adalah karya keempat Kak Windhy yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama. Terbit pertama kali pada tahun 2011 dan beberapa bulan yang lalu di cetak ulang dengan cover baru yang lebih fresh dan keren juga di-release sekuel keduanya, Touché: Alchemist.
Setelah novel bergenre fantasi sebelumnya –Incognito- sukses memikat hati pembaca setianya, Kak Windhy kembali membuat novel bergenre fantasi yang –lagilagi- membuat aku percaya. Percaya kalau di dunia ini beneran ada kaum Tusye, sampe-sampe iri sama kemampuan Dani.
Touche cover lama
Gimana aku nggak sampe dibikin percaya, Ka Windhy benar-benar menyampaikan rentetan cerita dengan rapi, menjelaskan apa dan siapa orang-orang yang termasuk kaum Touché juga menyebutkan tokoh-tokoh dunia dengan bakat luar biasa mereka seolah-olah mereka juga adalah para Touché, seperti Karl Friedrich May, Beethoven dan Flavio Blondo. Saking percayanya, aku sampe googling tentang mereka dan Touché.
Oh ya, ada bagian dimana Indra dan Dani saling membantu ketika ujian. Bukan hal yang patut dicontoh sih, hehe. Cuma kalo aku ambil sisi positifnya hal kayak gitu gak akan ada dalam kehidupan nyata kita, kita hanya bisa berandai-andai dapat menyerap isi buku dengan sekali sentuhan, atau bisa membaca pikiran orang tiap kali kita menyentuhnya.

Sebesar apapun kita menginginkannya, meskipun benar-benar terjadi, pasti akan ada fase dimana kita lelah dengan kemampuan itu dan berharap dapat hidup nomal kembali. Seperti itu juga yang dirasakan Dani yang selalu mendapatkan nilai luar biasa tanpa perlu susah payah belajar, juga Indra yang dengan mudah mengetahui isi hati orang lain, tempat paling aman menyimpan rahasia yang dengan mudahnya ia ketahui.
pict from here
Selain menghibur, novel ini juga memberi ilmu pengetahuan baru untuk pembaca. Meski nggak banyak porsinya, di buku ini juga masih terselip romance yang sederhana tapi manis dari Indra dan Riska.

Komentar