[Review Novel] Evergreen

Judul: Evergreen
Penulis: Prisca Primasari
Editor: Anin Patrajuangga
Penata isi: Lisa Fajar Riana
Desain kover dan ilustrasi: Lisa Fajar Riana
Penerbit: Grasindo
Tebal: 371+ vii hlm
Tahun Terbit: 2013
ISBN: 978-602-251-086-4


Konichiwa! Selamat datang di Evergreen, kafe es krim penuh pelayan baik hati, lagu The Beatles akan melengkapi hari-harimu. Tempat yang menghangatkan, bahkan bagi seorang gadis pengeluh dan egois sepertimu, Rachel!
Di kafe itu, kau menemukan sebuah dunia baru, juga pelarian setelah dipecat dari pekerjaanmu. Menurutku itu bagus! Apa enaknya sih kerja jadi editor?
Namun, sebenarnya butuh berapa banyak kenangan dan sorbet stroberi untuk mengubah sifat egoismu? Atau yang kau butuhkan sebenarnya hanya kasih sayang? Mungkin dariku, si pemilik kafe? Hmmm?
-----------------------
Evergreen adalah nama sebuah kafe es krim. Pelayan-pelayannya yang ramah, tempat yang nyaman serta harganya yang murah membuat kafe ini banyak didatangi pelanggan. Atas rekomendasi seseorang, Rachel mendatangi kafe itu.
Ditengah keadaannya yang kacau, Evergreen menawarkan kehangatan yang menentramkan hati gadis itu. Melihat para pelayannya yang ramah dan tersenyum penuh ketulusan membuat Rachel berpikir para pelayan itu tidak pernah mempunyai masalah, ia sampai bertanya-tanya bagaimana bisa seseorang tersenyum seindah itu.
Rachel tidak pernah tahu jika saja Yuuya -si pemilik kafe- tidak menariknya kedalam lingkaran, menjadikannya bagian dari kafe itu dan akhirnya mengetahui kisah dibalik senyuman Yuuya, dan para pelayan kafe -Fumio, Gamma-san, Kari dan Toshi.
-ooOOoo-
Evergreen benar-benar tervisualkan dengan cantik dalam imajinasiku. Dengan berlatarkan kafe es krim, novel ini memberi cita rasa yang manis. Ditambah lagi font yang digunakan lain dari biasanya, membuat novel ini jadi makin terlihat imut.
Tokoh Rachel ini berhasil bikin aku kesal sekaligus kasihan juga. wanita yang frustasi setelah dipecat dari tempat kerja yang dibanggakannya.

Hanya saja, aku kurang setuju dengan alasan pemecatan Rachel. Meski dijelaskan apa alasan ia dipecat, tetap saja hal seperti itu aku rasa cukup dengan peringatan atau hukuman lainnya seperti potong gaji misalnya. Tidak harus dipecat. Kecuali jika ditambah kesalahan lainnya yang cukup fatal yang membuat alasan pemecatannya semakin kuat.

Komentar