[Review Novel] Goodbye Happiness

Judul: Goodbye Happiness
Penulis: Arini Putri
Editor: eNHa
Proofreader: Githa Romadhona
Penata letak: Wahyu Suwarni
Desain sampul: Jeffri Fernando
Sinopsis: David Ng’Brain (Favorit Redaksi,
Lomba EDITOR SEHARI Hari Ulang Tahun GagasMedia 2012)
Penerbit: Gagas Media
Tebal: 310 hlm
ISBN: 979-780-593-x
Kau dan aku tidak ditakdirkan untuk berada
dalam satu kisah yang indah. Percaya atau tidak,
begitulah kenyataannya. Jangan menyangkalnya
karena akan sia-sia. Sama seperti berjalan
di atas pecahan kaca, setiap langkah kita
sesungguhnya hanya akan menuai luka.

Kau dan aku seperti tengah mencoba untuk membirukan senja yang selalu merah. Kita
sama-sama berusaha, tetapi tidak bisa mengubah apa-apa.  Senja tetap berwarna merah dan hatiku masih saja berkata tidak. Maka, berhenti dan renungkanlah ini semua sejenak. Tidak ada gunanya memaksa. Ini hanya akan membuatmu tersiksa dan aku menderita.

Lantas, kenapa kita tidak menyerah saja? Bukankah sejak awal semuanya sudah jelas
Akhir bahagia itu bukan milik kita.

----------------------------
Krystal Key adalah gadis asal Indonesia yang memulai karir aktingnya di Korea. Setelah lulus SMA, ia mengikuti ujian beasiswa untuk sekolah seni peran. Ia memiliki seseorang yang selalu ada disisinya. Hubungan mereka tidak dapat didefinisikan, namun Krystal bahagia dengan hanya ada Skandar disisinya. Skan yang sangat menyukai fotografi-pun mengikuti ujian beasiswa hanya agar bisa bersama Krystal.

Kehidupan baru mereka di Seoul pun dimulai. Studi Krystal berjalan dengan baik, bahkan ia terpilih menjadi trainee di NK Entertainment. Krystal semakin dekat dengan impiannya namun hubungannya dengan Skan mulai berjarak sejak Krystal mulai disibukkan dengan kegiatannya sebagai trainee yang akan memulai debut, belum lagi kehadiran orang-orang baru disekitar mereka.

-ooOOoo-

Krystal digambaran sebagai sosok yang pendiam. Baginya Skandar adalah orang pertama yang tulus keadanya sementara teman-temannya yang lain ttidak benar-benar menganggapnya sahabat.

Aku merasa karakter Krystal sebagai tokoh utama kurang kuat. Yang membekas diingatanku cuma Krystal yang naif dan menyebalkan. Ditambah lagi sosok Skan yang amat egois membuat aku gemas dengan para tokohnya.

Seperti kebanyakan penulis Indonesia yang mengambil setting di Korea, dengan menghadirkan tokoh artis Korea yang mengejar-ngejar si tokoh wanita asal Indonesia. Menurutku itu terkesan nggak realistis. Apalagi kalau ceweknya sok nolak dideketin gitu, in fact, cewek mana yang nggak mau dideketin, apalagi sama artis luar negeri, yakan? Yakan?

Oh iya, setiap kali ada adegan dimana Skan mengobrol dengan Krystal, bahasa yang digunakan pasti selalu tidak baku, lain hal ketika terjadi adegan-adegan lainnya. Hal itu bikin bahasa yang digunakan nggak beraturan dan aku merasa nggak nyaman bacanya.

Yang aku suka dari novel ini adalah hubungan Krystal dan Skandar yang digambarkan seperti Thinkerbell dan Peter-Pan, lalu covernya yang cantik dan judulnya yang menarik.

Komentar