Happy 12th GagasMedia #TerusBergegas



1.      Sebutkan 12 judul buku yang paling berkesan setelah kamu membacanya!

Karya yang diterbitkan GagasMedia
Montase by Windry Ramadhina                           Interlude by Windry Ramadhina
London by Windry Ramadhina                            Memori by Windry Ramadhina
Let Go by Windhy Puspitadewi                           After Rain by Anggun Prameswari
The Truth About Forever by Orizuka                  Coming Home by Sefryana Khairil
Walking After You by Windry Ramadhina         Marriageable by Riri Sardjono

Selain karya yang diterbitkan GagasMedia
Metropolis by Windry Ramadhina
The Chronicles of Audy by Orizuka

Selain Orange, aku suka hampir semua karya kak Windry Ramadhina yang diterbitkan Gagasmedia (karena belum baca, tapi udah gak sabar juga nunggu Orange cetak ulang). Aku gak banyak baca buku selain terbitan GagasMedia kecuali penulis-penulis tertentu yang memang karya-karyanya jadi favorit aku. 12 buku ini jadi favorit dan rekomendasiku buat  yang bingung mau baca buku fiksi apa.

2.      Buku apa yang pernah membuatmu menangis, kenapa?

Let Go, dan The Truth About Forever. Menariknya, dalam novel Let Go yang temanya remaja banget ini, romansa anak SMA-nya gak ditampilkan secara kental. Justru persahabatan antara dua tokoh laki-lakinyah-lah yang bikin pembaca tertawa, nangis dan kesal. Menurutku sih, menggambarkan bromance ke dalam novel yang bisa menarik hati pembaca tuh ga mudah, tapi Let Go 99% berhasil.
Gara-gara baca The Truth About Forever, aku nangis tengah malam sambil nahan isak tangis, niatnya sih baca beberapa lembar sebelum tidur, malah keterusan. Overall, aku emang suka novel-novel yang nggak happy ending atau bahkan gantung aja sekalian. Lebih banyak meninggalkan kesan mandalam buat pembaca

3.      Apa quote dari buku yang kamu ingat dan menginspirasi?

Nggak ada satu quote yang aku ingat secara spesifik, ditambah cukup lama juga aku nggak baca buku T^T . sejauh ini yang aku ingat adalah quote-quote yang bertebaran di novel Let Go dan Refrain yang menemani masa remajaku ketika masih berseragam.




4. Siapakah tokoh di dalam buku yang ingin kamu pacari? Berikan alasan kenapa kamu cocok jadi pasangannya.

Setiap baca novel baru dengan tokoh laki-laki yang menarik, aku selalu berhayal tokoh cowok itu real dan bisa aku pacarin, jadi yah sebenernya sih banyak, hehehe. Tapi berhubung buku terakhir yang aku baca adalah Walking After You, jadi sekarang aku kepingin banget gantiin Anise untuk jadi pacarnya Julian (An, aku siap gantiin kamu kalau-kalau udah ga tahan lagi pacaran sama cowo kayak Ju).
Kalau dibilang cocok jadi pasangannya sih kayaknya aku ngga begitu cocok yah. Cowo macem Ju yang susah dihadapi, aku mana sanggup. Jadi alasan aku pengen pacarin dia sih karena aku kepengen dibikinin kue tiap hari, kalau Ayu gak mau makan souffle cokelat buatannya dan An mulai bosan menghabiskan souffle pesanan Ayu, perutku siap menampung.

5. Ceritakan ending novel yang berkesan dan tak akan kamu lupakan!

Meski aku suka akhir cerita yang berakhir bahagia, tapi sejujurnya, akhir yang tidak terselesaikan dan tidak menggembirakan lebih berkesan. Menulis akhir yang seperti itu menunjukan penulis berani mengambil keputusan sulit yang nantinya mungkin akan disesali pembaca, membuat pembaca menangis bahkan kesal.
Salah satu novel yang memberiku kesan adalah ending novel Metropolis karya Windry Ramadhina. Kasus demi kasus yang pelik kak Windry akhiri dengan akhir yang belu bahkan tidak terselesaikan sama sekali. Tapi disitulah letak melegakannya dari novel ini.
Suka atau tidak, kenyataannya, ada sejumlah rantai yang hilana dan tidak ditemukan hingga saat ini. Itulah sebabnya kenapa Bram memilih menghabisi Burhan di tempat pada malam berdarah di Penjaringan ketimbang menyeret dia ke pengadilan. Sebagian bukti memang dating terlambat, tetapi sebagian lainnya tidak muncul sama sekali

6. Buku pertama Gagasmedia yang kamu baca? Dan kenapa kamu memilih itu?

Aku mengenal GagasMedia lewat novel Dongeng Semusim, Dia dan Let Go. Alasanku bukan karena ‘kenapa’, tapi karena ketiga buku GagasMedia itulah yang pertama kali aku tahu.
Jadi waktu itu ketiga novel itu jadi rebutan karena banyak yang mau baca, aku denger dari mulut ke mulut kalau tiga-tiganya seru, jadilah hampir satu asrama ngantri buat baca novel-novel itu. Karena aku juga suka baca aku ikutan ngantri. Lumayan nunggu lama sampai aku dapat giliran baca, saking ga sabarnya aku sampai interupsi temenku yang lagi baca salah satunya, jadi aku pinjam pas dia lagi nggak baca dan bukunya nganggur. Aku lupa diantara Dongeng Semusim dan Dia, mana yang aku baca lebih dulu, sementara Let Go aku baca belakangan karena antriannya lebih panjang. Sekarang sih Alhamdulillah udah punya. Btw, sampai sekarang aku gak tahu ketiga novel itu milik siapa, hahaha…
Sementara novel GagasMedia pertama yang aku beli adalah Forgiven karya Kak Morra Kuatro. Di kota tempat tinggalku, sampai sekarang cuma ada toko buku Tisera, dan waktu itu buku terbitan GagasMedia yang dipajang di toko buku masih sedikit sekali. Yup, cuma ada dua judul buku GagasMedia dan salah satunya Forgiven. Karena waktu itu kantongku masih kelas anak SMA, jadilah aku cuma ambil satu, keputusan beli Forgiven didasari judul dan cover yang menarik dan blurb yang bikin penasaran. Kebahagiaan beli novel dengan uang saku hasil ditabung sendiri itu tak terkira, saking senangnya ga terhitung berapa kali aku baca ulang novel itu.
Btw, kalau sekarang sih, meski toko bukunya masih cuma Tisera, buku-buku GagasMedia udah bisa aku dapetin dengan mudah, bahkan sampe bingung mau beli yang mana dulu dan timbunan makin bertambah.

7. Dari sekian banyak buku yang kamu punya, apa judul yang menurutmu menarik, kenapa?
Sabtu Bersama Bapak, karya Adhitya Mulya.

Ketika menyebut judulnya, ada perasaan yang nggak bisa aku deskripsikan, mengingat hubunganku yang berjarak dengan bapak. Judulnya sederhana tapi ‘ngena’ menurutku, aku sendiri sampai sekarang belum baca, tapi novel ini udah masuk waiting list-ku.

8. Sekarang, lihat rak bukumu... cover buku apa yang kamu suka, kenapa?

Sampai sekarang, masih nggak bisa berhenti sebut Montase tiap ditanya cover buku apa yang paling disukai. Karena aku orang yang lebih selektif dalam memilih buku yang mau dibeli, jadi aku jarang lihat buku dari cover-nya. Pertimbanganku biasanya dari penulisnya, karena banyak banget penulis favorit yang sampai sekarang karyanya belum lengkap aku koleksi.
Tapi lain cerita sama Montase ini, karena aku bener-bener tertarik sama cover, didukung blurb yang seolah berteriak ‘beli aku! beli aku! bawa aku ke kasir!‘. dan setelah baca Montase inilah aku jatuh cinta dengan semua karya Kak Windry Ramadhina.

9. Tema cerita apa yang kamu sukai, kenapa?

Seperti cewe kebanyakan, aku juga penggemar novel romance, aku rasa untuk hal ini aku nggak perlu kasih alasan yah, hehe...
Selain itu, aku juga suka buku yang mengangkat tema psikologi. Hal-hal seperti memiliki kepribadian ganda, tokoh yang memiliki gangguan kejiwaan, dengan kepiawaian penulis dalam mengolah cerita akan membuat pembaca penasaran dan sangat menarik untuk dibaca.

10.  Siapa penulis yang ingin kamu temui, kalau sudah ketemu, kamu mau apa?

Sekarang ini, aku ingin sekali ketemu Kak Windhy Puspitadewi. Karena dia adalah salah satu penulis yang mengenalkan GagasMedia padaku melalui karyanya. Berhubung aku suka nearvous dan panikan, apalagi berhadapan dengan orang yang kagumi, jadi aku cuma bisa minta tanda tangan Kak Windhy di buku-buku koleksiku yang merupakan karyanya, cukup itu aja sih, karena bisa ketemu aja udah bikin senang. Yah kalau bisa aku mau ngobrol banyak juga. sebelum itu, aku mau lengkapi dulu koleksiku supaya bisa dengan percaya diri menghadapi penulis favoritku.
Selain itu, banyak dari penulis GagasMedia yang sudah aku temui berkat banyaknya event-event yang diselenggarakan GagasMedia (Thanks to Beloved Publisher, Gagas <3). Sebagai pembaca, event yang diadakan Gagas sangat menyenangkan hati karena aku dan tentunya para pembaca lain merasa diistimewakan. Meski sudah beberapa kali bertemu aku masih ingin ketemu lagi dan lagi, jadi jangan pernah bosan mengadakan event yang bisa mempertemukan pembaca dan penulis dan menyatukan kita semua yah.

11.  Lebih suka baca e-book atau buku cetak, kenapa?

Buku cetak dong!!! Lebih enak dipegang dan berasa gitu baca bukunya, juga asik dibawa kemana-mana. Sebenarnya kalau untuk memudahkan dibawa kemana-mana, jelas e-book memang lebih mudah. Apalagi sekarang orang-orang tampaknya gak bisa pergi kalau smartphone-nya gak dibawa.
Tapi kalau baca buku juga via e-book, bisa-bisa mataku gak lepas dari layar ponsel terus-menerus, nggak baik juga kan. Udah terlalu banyak orang yang anti-sosial karena media social dan orang-orang yang ga lepas dai layar ponsel ketimbang perhatiin sekitar.
Dan lagi, aku suka banget rak buku yang semakin penuh karena koleksi-koleksi buku baru terus bertambah. Perasaan senang ketika keluar dari toko buku dengan menenteng buku baru yang sudah diincar sejak sebelum terbit, perasaan kesal karena pembatas buku yang hilang setelah dipinjam teman, atau buku yang kotor dan rusak. Selain itu, meliah orang yang sedang khusyuk baca buku di tengah keramaian, jelas lebih keren dari pada yang serius pelototin layar ponsel, kan.

12.  Sebutkan 12 kata untuk GagasMedia menurutmu!

Awesome => nggak berenti-berenti menerbitkan karya yang mengagumkan
Gorgeous => para penulis dan editor bersinergi menciptakan karya-karya yang indah
Candy => karya-karya terbitan GagasMedia bagaikan permen yang bisa dicicipi dengan berjuta rasa berbeda
Dream => GagasMedia adalah ‘media’ untuk mewujudkan impianku sebagai penulis dan editor
Hope => GagasMedia adalah harapan bagi penulis-penulis baru untuk menerbitkan karya pertamanya
Home => GagasMedia itu rumah yang menaungi penulis dan orang-orang dibelakang layar penerbitannya juga para pembaca.
Entertain => memberi hiburan dengan cara yang bagi sebagian orang membosankan –membaca-
Education => karena setiap buku selalu memperluas pengetahuan
Friend => GagasMedia adalah teman yang mengajak dan menemani bahagia, tertawa, juga menangis
Maps => GagasMedia bisa jadi peta yang mengantar pembaca mengelilingi dunia
Puzzle =>aku menganggap GagasMedia itu puzzle, yang ingin aku lengkapi dengan memiliki semua karya terbitannya. Semua pembbaca setia Gagas juga pasti punya keinginan yang sama
Shoes => seperti sepatu yang nggak lengkap kalau cuma sebelah, GagasMedia bersama pembaca dan penulis saling melengkapi

Komentar

  1. buku yg membuatku menangis... buku pelajaran fisika

    BalasHapus
  2. buku yg membuatku menangis... buku pelajaran fisika

    BalasHapus

Posting Komentar